Rabu, 25 Juli 2012

Rohis LP3I Depok

ROHIS LP3I DEPOK  





Sebelumnya kami mohon maaf karena berita ini baru dapat diturunkan. Pada bulan ramadhan yang telah lalu Rohis LP3I Depok mengadakan kegiatan ramadahan berupa buka puasa bersama dan lomba untuk mahasiswa LP3I Depok yang dibarengi dengan acara santunan anak yatim oleh BMT QM Sejahtera Mandiri. Kegiatan ini diberi tema “Wangi Bunga Ramadhan Bersemai Indah Pada Diri Yang Fitri” yang Alhamdulillah berjalan dengan baik berkat perjuangan seluruh panitia dan pendukung acara.
Kegiatan ini dilaksanakan apda hari Sabtu 20 September-Minggu 21 September 2008. Kegiatan ini dimulai dengan penyelenggaraan lomba-lomba untuk mahasiswa junior LP3I. Lomba yang terdiri dari lomba MTQ, Religi Song dan Parcel dilaksanakn pada tanggal 20 September
ustadzah2

Acara puncak dilaksanakan pada tanggal 21 September, acara ini dibuka oleh tilawah dan saritilawah dari juara dan runner-up lomba MTQ dan sambutan-sambutan dari Ketua Pelaksana serta Bapak Verus Hadian selaku Branch Manager LP3I Depok. Dalam acara ini diadajan dialog interaktif dengan pembicara Ustadzah Agung yang membawakan tema seputar remaja. selam acara berlangsung para peserta juga mendapat hiburan dari juara 1,2 dan 3 dari lomba religi song dan ada juga penampilan dari grup marawis. Dalam acara ini ada pembagian plakat bagi para pemenang lomba lomba. Panitia menampilkan sebuah drama untuk acara ini, sebuah drama yang menceritakan tentang kisah anak durhaka bernama Jhony yang hidupnya berakhir naas. Jelang buka puasa siraman rohani yang dibawakan oleh Ustadz Amdah membuka kegiatan untuk santunan bagi anak yatim. Rangkaian ini dikahiri dengan buka puasa bersama seluruh peserta acara ini

Uji Komeptensi Guru Dilakukan Berkala

JAKARTA, KOMPAS.com - Uji kompetensi guru bakal menjadi agenda rutin untuk mengetahui level kompetensi setiap guru. Karena itu, uji kompetensi guru wajib diikuti semua guru sekolah negeri dan swasta.

Uji kompetensi guru (UKG) ini tujuannya untuk pemetaan kompetensi dan sebagai titik awal penilaian kinerja guru. "Nanti, UKG ini rutin dilakukan, termasuk untuk syarat kenaikan pangkat guru. Bisa dilaksanakan empat tahun sekali, misalnya," kata Syawal Gultom, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kemendikbud, di Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Syawal mengatakan, UKG secara bertahap pada 30 Juli - 12 Agustus nanti dikhususkan untuk guru bersertifikat yang jumlahnya 1.006.211 orang. Para guru bersertifikat ini terdiri dari 908.387 guru pegawai negeri sipil (PNS) dan 97.824 guru tetap yayasan (GTY).

Pada tahun 2013, UKG dilanjutkan untuk menguji 1.015.087 guru belum bersertifikat. Para guru ini terdiri dari guru PNS sebanyak 798.556 orang dan GTY sebanyak 216.531 orang.
Dalam Pedoman UKG 2012 disebutkan, UKG bukan resertifikasi ulang atau uji kompetensi ulang. UKG juga tidak ditujukan untuk memutus tunjangan profesi.

"Guru diharapkan tidak resisten pada UKG. Nantinya, UKG akan jadi agenda rutin sehingga guru terbiasa untuk mengetahui level kompetensinya," kata Syawal.

Guru sebagai profesi seperti yang diamanatkan UU No 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen perlu pembinaan profesi yang efektif dan efisien. Hasil UKG ini menjadi data untuk pemetaan kompetensi guru secara detail yang menggambarkan kondisi obyektif kompetensi, materi, serta strategi pembinaan yang dibutuhkan guru.

Unifah Rosyidi, Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Badan Pengembangan Sumber Daya Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemendikbud menambahkan, UKG ini untuk mendorong perilaku guru yang profesional. Pelaksanaan UKG diutamakan secara online untuk mendorong guru melek teknologi.
"Untuk daerah yang teknologinya belum siap, ujian dilakukan secara tertulis," kata Unifah.

SMA 14 Kramat Jati Pungut Rp 200.000 dari 800 Siswanya

JAKARTA, KOMPAS.com — SMA 14 Kramat Jati, Jakarta Timur, beserta komite sekolah memberlakukan pungutan uang sebesar Rp 200.000 kepada semua siswanya. Hal itu diungkapkan salah satu wali siswa, Wulandari Saputri, yang keberatan dengan pungutan tersebut.

Menurut Wulan, pungutan itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan selama kegiatan belajar-mengajar dipindahkan di bangunan lain. Bangunan sekolah unggulan tersebut masih dalam rehab total.

Wulan mengatakan, pada Sabtu (21/7/2012) lalu, ia dan 800 wali murid menghadiri rapat yang diselenggarakan Kepala SMA 14 dan komite sekolah. Rapat tersebut mengagendakan penentuan jumlah pungutan. Kedua pihak merinci uang sebesar Rp 200.000 untuk berbagai keperluan. Seluruhnya ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Akan tetapi, kata Wulan, yang menjadi keberatan wali murid adalah penentuan nominal pungutan yang diputuskan secara sepihak oleh pihak sekolah dan komite. Sebagian wali murid menolak keputusan tersebut.

"Waktu itu dijelaskan kalau uang Rp 200.000 itu rincian untuk uang keamanan, peningkatan mutu kegiatan belajar-mengajar, uang makan guru, dan sebagainya. Banyak orangtua yang enggak setuju, tapi akhirnya tetap diputuskan," kata Wulan kepada Kompas.com, Selasa (24/7/2012).

Selain itu, menurutnya, hal lain yang menjadi keberatan wali murid adalah masalah efektivitas penggunaan uang tersebut. Para wali murid menganggap para guru telah mendapatkan gaji dari pemerintah. Sementara itu, terkait pungutan itu untuk mengganti biaya kontrak di bangunan sewaan, mereka mempertanyakan prosedur pungutan uang tersebut.

"Sebenarnya yang disepakati pertama Rp 185.000 saja per siswa. Tapi akhirnya digenapi jadi Rp 200.000. Katanya buat makan guru. Aneh kan? Masalahnya, itu sesuai aturan atau enggak? Jangan-jangan liar, lagi," lanjutnya.

Bangunan SMA 14 yang terletak di Jalan SMA 14 Kramat Jati, Jakarta Timur, tengah dibangun ulang mulai bulan Juli 2012. Oleh sebab itu, pihak sekolah dan komite menggunakan satu gedung utama, lantai dua, dan lantai tiga Gedung STIKES Binawan yang terletak di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur.

Pihak sekolah diketahui menyewa bangunan tersebut untuk satu tahun ke depan dengan nominal kontrak Rp 81 juta per bulan. Meski tak ada sanksi khusus kepada wali murid yang tidak membayar pungutan tersebut, Wulan mengatakan tidak bisa berbuat apa-apa. Ia terpaksa mencari uang sebesar Rp 200.000 untuk dibayarkan kepada pihak sekolah demi kelancaran kegiatan belajar-mengajar adiknya yang selangkah lagi masuk ke perguruan tinggi tersebut.

Pihak sekolah, yang enggan disebutkan namanya, telah membenarkan bahwa pihaknya memberlakukan pungutan sebesar Rp 200.000 kepada 800 siswanya. Namun, pihak sekolah yang dikonfirmasi enggan jika komentarnya dikutip wartawan. Sementara itu, Kepala SMA 14 yang dihubungi Kompas.com berjanji akan memberikan konfirmasi terkait pungutan ini pada Kamis (26/7/2012) besok.

99 Persen Peserta UN SMA LULUS

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyatakan angka kelulusan ujian nasional tingkat SMA dan sederajat tahun 2012 mencapai 99, 50 persen. Pengumuman kelulusan tiap siswa sendiri akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada hari Sabtu 26 Mei 2012.
Dalam paparannya, Mendikbud, Mohammad Nuh menjelaskan, peserta UN SMA tahun ini mencapai 1.524.704 siswa. Akan tetapi karena berbagai hal, sedikitnya ada 7.345 siswa yang tidak mengikuti UN. Dari jumlah tersebut, kata dia, tercatat 1.517.125 (99,50 persen) siswa SMA dinyatakan lulus UN. Sedangkan 7.579 siswa SMA lainnya tidak lulus pada UN tahun ini.
"Data ini kami sampaikan agar segera dipublikasikan kepada masyarakat," kata Nuh, Kamis (24/5/2012), di gedung Kemdikbud, Jakarta.

Bidikmisi untuk SNMPTN Jalur Ujian Tulis

Persyaratan Pendaftaran Program Bidikmisi 2012

  1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2012;
  2. Lulusan tahun 2011 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing- masing PTN;
  3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun
  4. Kurang mampu secara ekonomi sebagai berikut:
    1. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali sebesar-besarnya Rp3.000.000,00 setiap bulan;
    2. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp600.000,00 setiap bulannya; dan
    3. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.
  5. Untuk peserta seleksi SNMPTN Ujian Tulis dan Seleksi Mandiri harus memiliki potensi akademik memadai, yaitu masuk dalam 30% terbaik di sekolah (semester 4 dan 5 bagi yang akan lulus tahun 2012 atau semester 5 dan 6 bagi lulusan tahun 2011);
  6. Khusus SNMPTN jalur undangan hanya diperuntukkan bagi yang akan lulus tahun 2012 serta memiliki prestasi akademik tinggi dan konsisten berdasarkan pemeringkatan oleh Kepala Sekolah, yaitu masuk di dalam peringkat terbaik di sekolah yang sama pada semester 3, 4 dan 5 dengan ketentuan berdasarkan akreditasi (akreditasi sekolah untuk SMA dan MA atau akreditasi jurusan/bidang keterampilan untuk SMK dan MK), dengan rincian sebagai berikut:
    1. Akreditasi A: 50% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5;
    2. Akreditasi B: 30% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5;
    3. Akreditasi C: 15% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5;
    4. Lainnya: 5% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5.
  7. Pertimbangan khusus diberikan kepada pendaftar yang memenuhi persyaratan 1 s.d. 6, serta mempunyai prestasi ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler paling rendah peringkat ke-3 di tingkat kabupaten/kota atau prestasi non kompetitif lain yang tidak ada pemeringkatan (contoh ketua organisasi siswa sekolah/OSIS);
  8. Potensi akademik dan prestasi yang dimaksud pada butir 5 dan 6 dinyatakan dengan surat rekomendasi Kepala Sekolah/Madrasah atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan Lampiran 2;
  9. Pendaftar difasilitasi untuk memilih seleksi nasional dan/atau seleksi mandiri apabila mendaftar ke:
    1. Semua jenis seleksi nasional (SNMPTN Undangan dan/atau Ujian Tulis);
    2. Seleksi mandiri di 1 (satu) PTN dengan 2 (dua) program studi pilihan
10. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di perguruan tinggi;
11. Tidak buta warna bagi program studi tertentu.

LOWONGAN KERJA UNTUK SMK

SMK sudah sejak lama merupakan sekolah yang identik dengan pencetak para orang-orang yang handal didunia kerja.
namun juga identik sebagai pusat sekolahnya arek mbetik (anak nakal) dan orang yang tak mampu (maaf). mengapa saya bisa katakan seperti itu, karena yang sudah saya tahu dimasyarakat ialah paradigma bagaimana sebuah SMK dianggap sebagai pilihan terakhir.

yang kata biasanya muncul ialah "wes pokoke sekolah" (sudah pokoknya sekolah). itu menandakan bahwa pesimisme terhadap SMK tetap selalu ada. dan menjadi pusat anak nakal karena kebanyakan yang menjadi pusat anak nakal bukan SMK Negeri tetapi Swasta, walaupun tidak kesemuanya seperti itu karena ada faktor lain seperti lingkungan, teman, keluarga dsb. tetapi kebanyakan ialah seperti itu.

saya sering baca di news ticker tv, bahwa pemerintah akan meningkatkan jumlah SMK diprovinsi atau kota-kota. tak pelakpun perkataan seperti itu santapan mantap para elit politik terutama oposisi untuk menunjukkan kegagalan pemerintah membuat lapangan kerja yang layak bagi semua.

tak berhenti disitu, masih dalam lingkup paradigma. kebanyakan orang tua yang dulunya lulusan SMA, tidak tahu SMK itu seperti apa. mereka hanya tahu bahwa SMK itu praktik terus menerus pembelajarannya (gak remek a awak) dan tak ada pelajaran teorinya seperti matematika, agama, IPA, Bahasa dsb. dan paradigma itupun menurun pada anak yaitu setelah SMP lanjutkan ke SMA. itu pula didukung oleh para guru SMP yang lebih menginginkan anak didiknya masuk ke SMA daripada ke SMA.

Hal itu tak lain dan tak bukan untuk apalagi karena citra sekolah. para guru apalagi kepala sekolah SMP Negeri favorit misalnya (seperti sekolah saya, SMPN 2 SIDOARJO hehe) akan lebih bangga memajang dalam daftar promosi siswa baru yang masuk SMAN favorit berapa orang, dan itu akan meningkatkan antusiasme untuk masuk SMP tersebut. dan sekali lagi SMK hanya dianggap PILIHAN TERAKHIR atau THE LAST OPTION.

kalau boleh saya jawab:

NONSEN, PERSETAN DENGAN JAWABAN ITU SEMUA, ITU BOHONG, ITU PALSU, ITU PARADIGMA BODOH, ITU PEMBANGUNAN MENTAL YANG SALAH.

kenapa saya bisa bilang keras seperti itu. karena saya sudah capek karena harkat SMK direndahkan. saya buktikan bahwa SMK lebih unggul. kita harus sadari bahwa TAK SEMUA LULUSAN SMA atau SMK BISA MELANJUTKAN KE BANGKU KULIAH. karena mahalnya biaya masuk, test, dsb. belum masalah pergaulan anak keluar.

YANG PERTAMA

jika SMA tak melanjutkan ke kuliah. MAU KERJA APA!!! Di seantero dunia manapun jika mau melamar kerja pasti ditanya:
"punya keahlian apa?" "punya keterampilan apa?"
dan lulusan SMA pasti akan bilang "TIDAK PUNYA"
Jebrettttt........ langsung ditolak mentah mentah. kalaupun dia bisa masuk (lulusan SMA bisa kerja) itu 98% karena relasi orang dalam. kalaupun bisa kerja ya paling pool jadi CS atau KOMENTATOR!!!

secara rasional, setiap orang akan menikmati yang namanya keterampilan. cuma tempatnya beda, kalau di SMA hanya teori saja (formal alias nggarai butek utek), kalau di SMK....

JEBRETTT,..... FORMAL DAN PRODUKTIF (PRAKTIK) akan ada sekaligus!! kurang enak apa SMK heh!! JANGAN SALAH, LULUSAN SMK, BISA MELANJUTKAN KULIAH, BAHKAN SAMPAI KE LUAR NEGERI.

CATATAN: 600 Mahasiswa di Yogya, lulusan S2 LUNTANG LANTUNG tak dapat pekerjaan. kakak kelas saya jurusan INTERIOR KAPAL, sekarang dia sudah kerja di JEPANG dan kuliah di TOHOKU UNIVERSITY. TIDAK PERCAYA, BUKA BLOG SMKN 3 BUDURAN. INGAT BUNG!!! SARJANA SAMPAI S LILIN PUN, GAK JAMIN BISA KERJA KECUALI RELASI ANDA BANYAK ITU DOANK!!! dan jika anda kerja karena relasi, itu sama dengan GAK BONDO!!!

YANG KEDUA

SMK itu juga banyak yang sudah berstandar internasional alias ISO. itu sama halnya mengundang investor atau perusahaan untuk mencari lulusan sekolah SMK tersebut. itu sama juga denga kita (ANAK SMK) yang dicari oleh pekerjaan, bukan kita yang mencari pekerjaan.

kalaupun SMA anda standar ISO juga, apa gunanya. mungkin yang akan anda dapat ialah tambahan fasilitas doank, begitu keluar? ludes uripmu!!!

YANG KETIGA

SMK mengajarkan untuk hidup mandiri. maukah anda menyenangkan kehidupan orang tua anda? pasti semua akan menjawab mau karena itu ialah kewajiban kita sebagai anak donk. tapi bagaimana kita bisa menyenangkan ortu kalau saja hingga kuliah, kita masih minta uang ama ortu, belum lagi kalau anaknya ngakalin ortunya, waduhhh.... naudzubillah....

SMK kan mencetak untuk siap kerja, jadi kalau anda lulus (dengan nilai baik dan etos kerja baik pastinya) dari SMK, anda bisa yang dicari oleh industri bukan anda yang mencari kerja.

saya sudah serasa bosan/ seperi hal biasa, dengan pengumuman dicari, dicari, dan dicari lulusan atau anak lulusan SMK saya (SMK NEGERI 3 BUDURAN/ PERKAPALAN) untuk dijadikan pegawai disuatu perusahaan. seperti yang baru kemarin, ada perekrutan dari PT GUNDTNER dan yang paling saya apresiasi ialah dari UNILEVER yang mencari murid STM PAL untuk dijadikan PEGAWAI TETAP!!! INGAT, PEGAWAI TETAP!!! BUKAN KONTRAK!!! ENAK KAN!!!

dan sekali lagi, anda bisa enak, sekolah biaya sekali (SMK doank) 'bisa langsung kerja' tanpa biaya tambahan (kuliah). dan sekali lagi itu bukti keunggulan SMK.

PENDIDIKAN KEJURUAN DILUAR NEGERI

Di luar negeri sendiri, pendidikan kejuruan bukan hal baru lagi. Sejak Tiongkok memasuki era reformasi dan membuka diri terhadap dunia luar (1978), sekolah kejuruan mendapat suntikan dana besar dari pemerintah. Pada tahun 2001, terdapat 17.770 sekolah kejuruan. Proporsi siswa kejuruan meningkat pesat dari 19% pada tahun 1980, mencapai hampir separuh yakni 45,3% pada tahun 2001.

Para tenaga pendidik juga mendapat perhatian besar dari pemerintah. Kelas-kelas khusus dibuka untuk meningkatkan kualitas pengajar. Ada sekitar 200 tempat pelatihan yang didirikan oleh departemen sentral dan pemerintah lokal.

Seiring dengan era reformasi, pemerintah Tiongkok juga secara aktif mulai menjalin kerjasama internasional di bidang pendidikan kejuruan. Dalam rentang waktu 20 tahun terakhir, pemerintah Tiongkok telah mengirim banyak delegasi ke lebih dari 20 negara yang memiliki pendidikan kejuruan yang dianggap maju. Mereka juga mengundang para ahli dari negara luar untuk memberikan seminar sekaligus bekerja sama dengan institusi pendidikan kejuruan asing untuk mendorong perkembangan pendidikan kejuruan di dalam negeri.

Di Jerman, sejarah pendidikan kejuruan telah dimulai sejak abad ke 19. Sekolah jenis ini menekankan sistem pendidikan ganda dimana selain training kejuruan di sekolah, siswa juga diberi kesempatan untuk magang di perusahaan. Pada tahun 2001, sebanyak dua pertiga dari seluruh generasi muda berusia dibawah 22 tahun telah menjalani magang di perusahaan. Untuk mendukung perkembangan pendidikan ini, pada tahun 2004, pemerintah mengeluarkan peraturan yang menegaskan bahwa semua pemilik perusahaan, kecuali yang berskala kecil, wajib menerima siswa magang untuk bekerja di perusahaannya.

INTROSPEKSI

mungkin itu hanya sekelumit dari kisah kesuksesan SMK daripada SMK. dan mungkin dari lulusan SMKnya pun tidak semuanya jadi baik seperti itu. tapi saya tekankan lagi ITU BUKAN KARENA SEKOLAH, TAPI INDIVIDU YANG SEKOLAH DI SMK ITU.

mungkin juga, SMK patut membuka diri dengan promo ke SMP- SMP terutama favorit yang biasanya merekomendasikan siswaya untuk ke SMA bukan ke SMK.

boleh jujur, saya saja mendapat info tentang sekolah sya sekarang saja saya dapat dari survey ke lokasi sendiri. itu ialah merupakan bukti lemahnya promosi oleh SMK. dan tidak ada penjelasan tentang hal itu yang terperinci sehingga SMK nasibnya tetap seperti ini.

TAPI INGAT, dalam beberapa tahun kedepan, porsi SMK akan ditambah. dan sampai mencapai 1:6 (1 SMA banding 6 SMK kalau gak salah). porsi itu ialah bukti pemerintah betapa morat-marit dalam masalah pembenahan lapangan pekerjaan. dan sebegitu telatnya sampai jaman sudah maju baru memperbanyak SMK. itu merupakan solusi terinstan yang mengorbankan aspek kesinambungan pendidikan.

TAPI JUGA ITU BUKTI BAHWA HAL SEMUA ITU IALAH CIPTAAN PEMIMPIN KITA YANG KEBANYAKAN LULUSAN SMA. yang di SMA diajarkan banyak omong tanpa hasil yang akhirnya merembet hingga besar yang berakibat hanya bisa debat diparlemen atau debat tvOne yang SAMA SEKALI TIDAK ADA IMBASNYA BUAT RAKYAT.

Lihat Bob Sadino, lulusan SMK yang berhasil dibisnis makanan dsb, Manager ASTRA HONDA lulusan SMK, Tantowi Yahyapun lulusan SMK. (ada diiklan).

JADI BUAT APA, SEKOLAH TINGGI-TINGGI GAK DAPAT KERJA???